Dia membangun apa yang menjadi mimpinya
Memupuk daun hijau dengan akidah dan fiqih
Tidak lupa memberinya makan
Tukang arang
Banting tulang peras pikiran
Memastikan periuk penuh dengan asupan
Berangkat pagi pulang malam semakin legam tulang arangnya
Ular mendesisi tikus mendecit
Tetangga bergosip ekonomi menghimpit
Gaji sabtu sore dibagi rata minggu pagi
PLN beri tagihan PDAM minta bagian
Tukang arang
Semakin jauh berjalan
Untuk anak isteri makan
Menawarkan keahlian menjadi karya bangunan
Dengan pengetahuan hitungan berbekal unting-unting
Tukang arang
Mulai membangun mimpi orang-orang
Teriakan teriakan itu membesarkan hatinya
"Itu Bapakku, si ahli bangunan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar